Minggu, 05 April 2015

Untitled



Senin, 06 April 2015 21:33
H
ey, aku ga tahu apa yang ada dalam pikiranmu saat berada di depanku. Apakah kamu hanya berpura-pura tegar atau memang sesungguhnya tegar. Tapi aku tidak! Aku tetap bertanya apa maksudmu selama ini?
Aku akan menyambutmu dengan tangan terbuka sebagai seorang teman, tidak lebih. Tapi kamu, seakan ingin membuka lembaran yang telah aku tutup sejak lama. Kamu ingin mengulang setiap  jengkal ingatanku tentang kamu, tentang kita. Kamu telah membukanya lagi sekarang dan itu sangat menyakitiku.
Kemarin, kamu datang sebagai seorang mantan, bukan seorang temanku lagi. Iya, aku jelas merasakannya dari setiap kata-kata dan tingkah lakumu. Kenapa aku tetap diam? Karena aku hanya bisa seperti itu ketika berada di hadapanmu. Aku benar-benar benci itu. Kenapa aku seperti kutu ketika berada di hadapanmu? Apa salahku?? Apa yang harus aku lakukan?
Rasanya aku ingin sekali memelukmu untuk sekali saja, kemudian aku akan melepaskanmu selamanya. Aku sudah tidak peduli lagi apakah kamu tahu atau tidak alasanku meninggalkanmu. Aku benar-benar tidak peduli. Bagiku, kita tidak dapat bersama lagi selamanya.
Aku memang terluka ketika kamu menceritakan bagaimana temanmu-yang tak ingin kuketahui itu. Bagaimana tingkahnya terhadapmu, dan bagaimana kamu memperlakukan dia. Aku tahu dia spesial bagimu. Tapi aku bahagia atas itu, kamu telah menemukan seseorang yang membuatmu bahagia ketika di kampus. Itu membuatmu semakin giat dalam kuliah.
Bahagiakah kamu ketika  melihatku hanya terdiam saat kamu membicarakannya, lakukanlah jika itu benar. Aku hanya minta jangan pernah sebutkan namanya di depanku. Sekalipun jangan, atau aku akan membenci setiap orang yang bernama seperti itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar