Senin, 06 April 2015 21:33
H
|
ey, aku ga tahu apa yang ada dalam pikiranmu
saat berada di depanku. Apakah kamu hanya berpura-pura tegar atau memang sesungguhnya
tegar. Tapi aku tidak! Aku tetap bertanya apa maksudmu selama ini?
Aku akan menyambutmu dengan tangan terbuka
sebagai seorang teman, tidak lebih. Tapi kamu, seakan ingin membuka lembaran
yang telah aku tutup sejak lama. Kamu ingin mengulang setiap jengkal ingatanku tentang kamu, tentang kita.
Kamu telah membukanya lagi sekarang dan itu sangat menyakitiku.
Kemarin, kamu datang sebagai seorang mantan,
bukan seorang temanku lagi. Iya, aku jelas merasakannya
dari setiap kata-kata dan tingkah lakumu. Kenapa aku tetap diam? Karena aku
hanya bisa seperti itu ketika berada di hadapanmu. Aku benar-benar benci itu.
Kenapa aku seperti kutu ketika berada di hadapanmu? Apa salahku?? Apa yang
harus aku lakukan?
Rasanya
aku ingin sekali memelukmu untuk sekali saja, kemudian aku akan melepaskanmu
selamanya. Aku sudah tidak peduli lagi apakah kamu tahu atau tidak alasanku
meninggalkanmu. Aku benar-benar tidak peduli. Bagiku, kita tidak dapat bersama
lagi selamanya.
Aku
memang terluka ketika kamu menceritakan bagaimana temanmu-yang tak ingin
kuketahui itu. Bagaimana tingkahnya terhadapmu, dan bagaimana kamu
memperlakukan dia. Aku tahu dia spesial bagimu. Tapi aku bahagia atas itu, kamu
telah menemukan seseorang yang membuatmu bahagia ketika di kampus. Itu
membuatmu semakin giat dalam kuliah.
Bahagiakah
kamu ketika melihatku hanya terdiam saat
kamu membicarakannya, lakukanlah jika itu benar. Aku hanya minta jangan pernah
sebutkan namanya di depanku. Sekalipun jangan, atau aku akan membenci setiap
orang yang bernama seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar